Perbedaan Diabetes Tipe 1 Dan Tipe 2 Yang Masih Jarang Diketahui!

SHARE DAN TAG TEMANMU DI :

Perbedaan penyakit diabetes tipe 1 dan tipe 2 pada dasarnya masih belum banyak diketahui dan dipahami oleh sebagain banyak orang. Meski beberapa gejala yang ditimbulkan hampir sama, namun ternyata terdapat beberapa perbedaan yang dapat membedakan diantara keduanya. Nah bagi Anda yang mengetahui informasi selengkapnya, sebaiknya simak informasi berikut.

diabetes tipe 1

Pada saat mendengar diabetes, mungkin beberapa orang akan mulai berasumsi dengan penyakit yang satu ini, yang mana terkadang tidak akurat. Ya, hal tersebut lantaran penyakit diabetes sendiri terbagi kedalam 2 tipe, yakni diabetes tipe 1 dan tipe 2. Meski keduanya masih sama berhubungan dengan masalah gula darah, namun keduanya memiliki beberapa perbedaan yang mendasar. Mulai dari penyebab, gejala diabetes hingga penanganan.

Bahkan menurut GaryScheiner, CDE yang merupakan seorang edukator diabetes yang sekaligus penulis Think Like a Pancreas menyatakan, bahwasannya membandingkan antara diabetyes tipe dan tipe 2 seperti halnya membandingkan apel dengan traktor. Bahkan sambung beliau, satu-satunya kesamaan yang mereka miliki ialah keduanya melibatkan ketidak mampuan untuk mengontrol gula darah.

Perbedaan penyakit diabetes tipe 1 dan tipe 2

Berikut adalah berbagai perbedaan dari penyakit diabetes tipe 1 dan tipe 2 yang mungkin belum banyak Anda ketahui.

Dari segi penyebab dan faktor resiko

Diabetes pada dasarnya terjadi pada saat tubuh bermasalah dengan insulin, dimana hormon yang membantu mengubah gula dari makanan menjadi energi. Dan ketika insulin dalam tubuh Anda menjadi tidak cukup, maka gula menumpuk dalam darah dan dapat membuat Anda sakit. Dan orang-orang yang menderita diabetes tipe 1 ataupun tipe 2 sama-masa menghadapi masalah tersebut. Akan tetapi, bagaimana penyakit ini muncul akan berbeda.

Apabila Anda kini tengah menderita diabetes tipe 1, maka tubuh Anda tidak akan memproduksi insulin sama sekali. Hal tersebut dikarenakan diabetes tipe 1 merupakan penyakit autoimuin dimana sistem kekebalan tubuh Anda menyerang dan menghancurkan sel-sel pembuat insulin di pankreas Anda. Dan tak ada satu orangpun yang mengetahui secara pasti penyebab hal tersebut, namun faktor genetik dapat berperan dalam hal ini.

Sedangkan faktor resiko utama untuk penyakit diabetes tipe 2 diantaranya lantaran obesitas (terlebih apabila Anda memiliki berat badan lebih disekitar perut Anda) serta tak melakukan aktivitas fisik. Selain itu, riwayat keluarga atau faktor genetik juga bisa meningkatkan resiko Anda menderita penyakit diabetes tipe 2.

Dari segi pengobatan

Bagi penderita diabetes tipe 1, mengonsumsi insulin merupakan suatu keharusan dalam pengobatan yang dijalani. Hal tersebut dikarenakan penderita diabetes tipe-1 tidak memproduksi insulin sendiri, sehingga mereka hanya mendapatkan insulin dengan cara injeksi insulin secara rutin ataupun dengan memakai pompa insulin yang melekat pada tubuh mereka. Dan tanpa insulin, hidup mereka akan berakhir.

Sedangkan untuk diabetes tipe 2, pengobatan yang dapat dilakukan lebih bervariasi. Penderitamungkin akan dioberi petunjuk untuk memonitor diet hingga melakukan lebih banyak altihan untuk menurunkan berat badan. Hanya saja, tak sedikit orang dengan diabetes tipe-2 juga mengonsumsi pil yang dapat mendorong tubuh untuk membuat lebih banyak insulin atau menurunkan gula darah. Dan apabila langkah-langkan tersebut tidak bekerja dan penyakit semakin memburuk, maka Anda mungkin harus beralih menggunakan suntikan insulin.

Masalah kadar gula darah

Gula darah yang tinggi tentu berbahaya, namun gula darah yang sangat rendah (hipoglikemia) juga dapat menyebabkan kelemahan, pusing, berkeringat dan gemetar. Dan dalam kasusu yang parah, hal ini bisa membuat Anda hilang kesadaran dan mengancam nyawa. Dan kondisi ini lebih umum terjadi pada penderita diabetes tipe 1. Sehingga Anda sebaiknya hati-hati dalam menghitung seberapa banyak insulin yang harus dikonsumsi (melalui suntikan atau pompa) berdasarkan asupan makanan dan juga tingkat aktiovitas yang dilakukan.

Hal tersebut memang tak selalu mudah, mengonsumsi lebih banyak insulin dari yang Anda perlukan mampu membuat tingkat gula darah menjadi menurun, Dan begitu pula apabila Anda berolahraga, meski menyehatkan dapat membuat kadar gula Anda menjadi rendah. Dan jika Anda mengalami hipoglikemia, maka Anda sebaiknya segera melakukan sesuatu untuk meningkatkan gula darah Anda dengan cepat. Contohnya seperti mengonsumsi segelas jus, makanan beberapa permen hingga mengonsumsi tablet yang mengandung glukosa.

Dari jenis makanan yang mempengaruhi

Apabila Anda kini tengah menderita penyakit diabetes tipe 2, maka sebaiknya Anda harus berhati-hati dengan makanan yang Anda konsumsi. Lantaran tak sedikit dari pada orang dengan diabetes tipe 2 tidak mengonsumsi insulin yang berarti tubuh tidak bisa mengatasi dengan mudah apa yang Anda konsumsi. Selain itu, diabetes tipe 2 juga berkaitan erat dengan masalah obesitas dan mengonsumsi banyak makanan manis yang dapat dengan mudah memicu obesitas. Sedangkan untuk penderita diabetes tipe 1, dapat mengonsumsi makanan apa saja yang diinginkan, asal sesuai dengan dosis insulinnya.

Dari sisi diagnosis

Meski tipe 1 dapat berkembang pada orang dewasa, namun kondisi ini lebih umum ditemukan ketika masa kanak-kanajk. Dan itu sebabnya mengapa dulu kondisi ini disbeut dengan diabetes anak-anak (juvenile diabetes). Sedangkan diabetes tipe 2 biasanya akan terdiagnosis pada saat usia Anda bertambah atau saat usia lebih dari 45 tahun. Meski begitu, keduanya tetap dapat memicu komplikasi seperti kebutaan, amputasi dan gagal ginjal.

Nah itulah berbagai perbedaan diabetes tpe 1 dan diabetes tipe 2 dari berbagai faktor. Jika Anda kini tengah menderita diabetes baik itu, tipe 1 maupun tipe 2, maka sebaiknya untuk melakukan pengontrolan dan diskusi dengan dokter mengenai jenis pengobatan yang tepat. Dan jika perlu Anda bisa mengonsumsi Obat Diabetes Herbal yang mana sangat cocok dan telah terbukti khasiatnya dalam mengobati diabetes tipe 1 dan tipe 2. Semoga apa yang telah kami sampaikan dapat bermanfaat dan menjadi wawasan baru bagi Anda dalam mewaspadai penyakit yang satu ini. Salam sehat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *