Pengobatan Diabetes Dan Perawatannya Yang Dianjurkan

SHARE DAN TAG TEMANMU DI :

Pengobatan diabetes secara medis merupakan salah satu jenis pengobatan yang umumnya dipilih oleh penderita diabetes pada saat ini. Untuk itu, mari kita kenal lebih jelas seputar pengobatan diabetes sekaligus perawatannya secara medis hanya dalam ulasan singkat berikut.

pengobatan diabetes

Diabetes merupakan salah satu jenis penyakit kronis yang mana ditandai dengan tingginya kadar gula darah tinggi dalam tubuh. Dan hingga saat ini belum ditemukan obat untuk penyakit diabetes yang bersifat menyembuhkan. Hanya saja penyakit ini bisa diobati dan dikelola secara efektif. Adapun untuk penderita diabetes tipe 2 yang ringan, kondisi mereka dapat dikelola hanya dengan, olahraga dan dapat menghindari obat dokter. ZSelain itu, dokter juga akan mempertimbangkan beberapa faktor saat menilai pilihan pengobatan untuk Anda.

Adapun berbagai faktor tersebut diantaranya adalah usia Anda, kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan, jenis diabetes yang Anda alami, sejauh mana tingkat keparahan penyakit, tolesransi terhadap opbat tertentu, prosesdur masa lalu untuk terapi, gharapan untuk proses penyembuhan penyakit hingga pendapat Anda atau preferensi.

Pengobatan diabetes dan perawatannya secara medis yang dianjurkan

Pada dasarnya, pengobatan diabetes yang utama meliputi latihan, pil diabetes dan juga insulin serta suntikan lainnya. Apaun khusus untuk penderita diabetes tipe 2, terdapat beberapa kelas yang berbeda dari obat-obatan oral yang telah tersedia guna mengobati penyakit gula darah ini. Beberapa dari obat tersebut cukup efektif lantaran pasien masih memiliki beberapa kemampuan untuk memprodujksi insulin didalam pankreas.

Tak sedikit dari jenis pil diabetes dan suntikan, masing-masing dengan tujuan tertentu. Dan terdapat dari beberapa pasien yang mengkonsumsi beberapa obat yang berbeda. Beberapa obat tersebut dapat digunakan dalam kombinasi reziminsulin guna mengatur kadar glukosa darah pada orang penderita diabetes 1.

1. Terapi insulin

Dan terapi insulin biasanya dibutuhkan pada orang dengan diabetes tipe 1. Hal tersebut lantaran pankreas mereka tidak lagi memproduksinya secara alami. Pada orang dengan diabetes tipe 2, insulin tidak bekerja dengan tepat dalam tubuh, ataupun pankreas menghasilkan insulin terlalu sedikit. Dan hal ini tak jarang menyebabkan beberapa pasien memerlukan terapi insulin apabila jenis lain dari perawatan tidak memadai dalam menjaga kadar glukosa yang sehat.

Lantaran enzim perut mengganggu insulin, menelan insuolin secara oral dan tidak fektif untuk menurunkan gula darah pada penderita diabetes. Insulin nyatanya harus segera diperkenalkan kedalam aliran darah melalui injeksi. Bentuk umum dari pengiriman insulin termasuk lewat jarum suntik, pena insulin yang berisi cartridge insulin atau[un pompa insulin yang terus menerus mengelola dosis yang tepat. Bentuk-bentuk baru dari insulin yang dihirup juga sedang dalam tahap pengembangan.

Dan yang perlu Anda ketahui bahwa tajk semua jenis insulin sama,. Mereka dibedakan sat sama lain ketika insulin mulai bekerja setelah injeksi, saat mencapai efektivitas [uncak dan berapa lama tetap hidup didalam tubuh. Dan untuk alasan ini dokter mungkin akan eresepkan berbagai jenis insulin untuk igunakan pada waktu yang berbeda. Termasuk insulin yang bertindak cepat, insulin yang bertindak lambat, insulin yang bertindak dalam waktu panjang serta pilihan menengah.

2. Mengonsumsi metformin

Metformin merupakan salah satu jeni obat yang paling sering banyak diresepkan oleh dokter untuk para pasien diabetes tipe 2. Obat ini bekerja dengan cara menurunkan produksi glukosa dalam hati dan meningkatkan efektifitas tubuh terhadap insulin. Dengan begitu, tubuh Anda bisa menggunakan insulin lebih efektif. Obat ini tersedia dalam bentuk pil dan juga sirup.

Dan seperti obat lainnya, meformin juga diduga memiliki efek samping. Diantaranya seperti diare, mualpenurunan berat badan hingga beberapa efek samping lainnya yang umum dari obat ini. Meski begitu Anda tak perlu khawatir. Karena efek samping tersebut akan hilang saat tubuh Anda telah beradaptasi dengan obat, jika Anda mengonsumsinya setelah makan. Adapun jika obat ini tidak cukup efektif untuk mengendalikan kadar gula dalam darah, maka dokter biasanya akan meresepkan obat oral atau injeksi lainnya.

3. Dengan sulfonilurea

Selain dari pada metformin, Jenis pengobatan lainnya yang sering dokter lakukan adalah dengan meresepkan obat sulfonilurea. Obat ini sendiri tergolong lawas, namun masik cukup efektif dalam membantu mengendalikan kadar gula darah Anda. Adapun beberapa contoh obat golongan sylfonilurea diantaranya adalah Gliburid, glipizide dan glimepirid.

4. Dengan meglitinide

Obat diabetes ini pada dasarnya sama seperti sulfonilurea, yakni bertugas untuk menstimulasi pankreas untuk menghasilkan lebih banyak insulin. Bedanya ialah obat ini bekerja lebih cepatdan durasi efeknya pada tubuh lebih pendek dari pada obat golongan sulfonilurea. Adapun contoh obat golongan ini adalah prandin dan starlix. Sebelum menggunakannya, sebaiknya Anda harus berhati-hati. Pasalnya obat ini dapat menyebabkan gula menjadi rendah dan penambahan berat badan. Untuk itu, konsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

5. Dengan thiazolidinediones

Pengobatan diabetes lainnya yang dapat dilakukan secara medis adalah dengan mengonsumsi obat thiazolidinediones. Obat yang juga dikenal dengan dengan sebutan glitazones merupakan obat golongan antidiabetik yang dibuat untuk membantu mengendalikan gula darah orang dengan diabetes tipe. Obat diabetes yang satu ini mampu membantu tubuh dalam menghasilkan insulin dalam jumlah lebih banyak.

Anda bisa mengonsumsi obat ini 2 kali sehari, baik itu setelah maupun sebelum makan. Dan selain untuk mengendalikan gula darah, obat ini juga mampu menurunkan tekanan darah serta memperbaiki metabolisme lemak dengan meningkatkankadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Seperti obat medis lainnya, obat thiazolidinediones ini juga dipercaya mengandung efek samping diantaranya adalah kebnaikan berat badan hingga resiko mengalami gagal jantung dan anemia. Dan karena efek samping tersebutlah, obat diabetes yang satu ini pada umumnya bukan merupakan perawatan pilihan pertama.

6. Dengan inhibator DPP-4

Obat diabetes ini pada umumnya bekerja dengan cara meningkatkan hormon inkretin dalam tubuh. Inkretin ini sendiri mampu mengontrol gula darah dengan cara meningkatkan produksi insulin terlebih setelah makan. Obat ini juga dipercaya mampu membantu mengurangi kadar gula darah yang dibuat dihati. Selain itu, obat ini juga dipercaya efektif dalam menurunkan berat badan. Hanya saja menurut beberapa laporan, obat ini sering kali dikaitkan dengan resiko pankreatitis. Sehingga apabila saat ini Anda temngah memiliki riwayat penyakit yang berhubungan dengan pankreas sebaiknya Anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Adapun beberapa jenis obat yang masuk golongan inhibito DPP-4 diantaranya adalah sitagliptin, saxagliptin serta ligliptin. Obat ini biasanya diresepken oleh dokter apabila obat metformin dan sulfonilureas sudah tidak efektif lagi untuk mengendalikan gula darah pada penderita diabetes tipe-2.

7. Dengan inhibator SGLT2

Inhibator golongan baru ini juga tak jarang digunakan sebagai salah satu pengobatan diabetes secara medis. Obat ini sendiri bekerja dengan mengurangi penyerapan kembali glukosa ke dalam darah. Dan dengan begitu, glukosa akan dikeluarkan melalui urin, sehingga gula yang menumpuk atau beredar didalam darah akan menjadi berkurang. Dan jika diimbangi dengan diet yang benar dan program latihan fisik secara rutin, maka ibat ini dapat secara efektif mengendalikan gula darah yang tinggi pada penderita diabetes tipe 2. Adapun beberapa contoh obat dari golongan obat ini diantaranya adalah canagliflozim, depagliflozin serta emagliflozin.

8. Dengan agonis reseptor GLP-1

Obat yang diberikan melalui suntikan ini biasanya diresepkan apabila beberapa jenis obat yang telah disebutkan sebelumnya belum mampu mengendalikan gula darah secara efektif. Jenis obat ini pada dasarnya bekerja guna meningkatkan prosuksi insulin serta mengurangi jumlah glukosa yang diprosuksi hati setelah makan. Obat ini juga membantu dalam memperlambat pencernaan.

Adapun beberapa contoh obat golongan agonis reseptor GLP-1 diantaranya adalah Ecenatide, Liraglutide dan semaglutide. Menurut penelitian terbaru menjelaskan bahwasannya liraglutide dan semaglutide mampu membantu mengurangi serangan jantung dan juga stroke pada orang yang beriko tinggi terhadap beberapa kondisi tersebut. Untuk efek sampingnya sendiri, diantaranya ialah mual, muntah serta kenaikan berat badan. Pada beberapa orang, obat ini dipercaya mampu meningkatkan resiko pankreatitis. Hanya saja sampai saat ini belum diketahui penyebabnya secara jelas.

Perawatan untuk penderita diabetes

Berikut adalah sejumlah perawatan yang mana merupakan sejumlah perubhan piola hidup sehat terlebih untuk penderita diabetes tipe 2 yang harus dilakukan. Diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Menghindari makanan berkadar glukosa tinggi dan berlemak tinggi
  • Meningkatkan makanan yang tinggi serat
  • Melakukan olahraga secara teratur, minimal 3 jam dalam seminggu
  • Menurunkan dan menjaga berat badan agar tetap ideal
  • Menghindari atau berhentui merokok
  • Menghindari mengonsumsi minuman beralkohol
  • Menjaga kesehatan kaki dan mencegah kaki terluka
  • Memeriksa kondisi kesehatan mata secara rutin.

Nah itulah berbagai pengobatan diabetes secara medis yang sering kali di sarankan oleh dokter. Adapun jika kini Anda tengah mencari solusi alternatif terbaiknya, Anda bisa mengonsumsi Obat Diabetes Herbal. Dimana obat ini memiliki khasiat yang telah terbukti efektif tanpa efek samping idak seperti jenis obat diabetes lainnya. Semoga apa yang telah kami sampaikan pabermanfaat dan salam sehat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *